GARDATIMURNEWS.COM ][ TAKALAR – Antrean kendaraan di SPBU Pertamina Kalampa 74.92243, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, memanas pada Jumat, (11/09/2026). Seorang pengendara yang ikut mengantre terlihat meluapkan kemarahannya dalam sebuah video yang kini beredar di media sosial.
Dalam video tersebut, pria itu mempersoalkan adanya kendaraan yang disebut mendapat pelayanan BBM berdasarkan kupon. Ia mempertanyakan dasar pemberlakuan kupon tersebut karena menurutnya seluruh pengendara yang mengantre memiliki hak yang sama untuk mendapatkan BBM.
“Ini adalah diskriminasi. Diskriminasi terhadap kita semua,” ujar pria tersebut dalam video.
Ia kemudian mempertanyakan keberadaan institusi yang disebut memperoleh BBM melalui mekanisme kupon.
“Tidak ada! Semua punya hak yang sama. Kita juga punya kepentingan yang sama,” katanya.
Pria tersebut juga mempertanyakan alasan petugas kepolisian yang berada di lokasi disebut hanya mengarahkan pelayanan kepada pihak tertentu.
“Mana itu kuponnya? Sini kuponnya! Sini kuponnya, nanti diviralkan,” ujarnya.
Menurut pengakuannya dalam video, petugas sempat menjelaskan bahwa pengisian BBM menggunakan kupon tersebut berkaitan dengan Polres. Ia mengaku dapat menerima penjelasan tersebut apabila mekanismenya memang diperuntukkan bagi kebutuhan institusi.
“Kalau itu kupon dari Polres, saya terima,” katanya.
Namun, ia kemudian mempersoalkan kendaraan yang menurutnya menggunakan pelat nomor pribadi saat melakukan pengisian BBM.
“Tapi yang mengisi tadi di sini adalah plat pribadi! Siapa yang menjamin itu?” ujarnya.
Ia meminta agar persoalan distribusi BBM dan aturan pengisian dijelaskan secara terbuka sehingga tidak menimbulkan kesan adanya perlakuan berbeda terhadap masyarakat yang sedang mengantri.
“Kalau itu urusan di luar, jangan di sini! Tidak boleh begitu. Kita semua punya hak yang sama,” katanya.
Di bagian akhir video, pria tersebut kembali menegaskan bahwa persoalan antrean BBM semestinya dikembalikan pada aturan yang berlaku.
“Kalau kita mau berdebat, persoalan aturan!” ucapnya.
Video tersebut kemudian menjadi perhatian di media sosial dan memunculkan perbincangan mengenai mekanisme pelayanan BBM di tengah panjangnya antrian di sejumlah SPBU di Takalar.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU Kalampa maupun pihak kepolisian mengenai kejadian dalam video tersebut, termasuk mengenai mekanisme kupon yang dipersoalkan pengendara.
Awak media masih berupaya memperoleh klarifikasi dari pihak terkait untuk memastikan duduk perkara dan mekanisme pelayanan BBM yang sebenarnya. (*)













