Bapenda Perkuat Monitoring dan Evaluasi, Optimistis Capai Target PAD Rp52 Miliar.

GARDATIMURNEWS.COM ][ TAKALAR- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus memperkuat langkah strategis dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui monitoring dan evaluasi, peningkatan kepatuhan wajib pajak, serta sinkronisasi dan validasi data perpajakan. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan potensi pendapatan daerah sekaligus mendorong pencapaian target PAD sebesar Rp52 miliar.Jum’at (16/10/2026)

Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk mengukur perkembangan realisasi penerimaan pajak daerah, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta mengevaluasi efektivitas pelaksanaan pemungutan pajak. Melalui langkah ini, Bapenda diharapkan dapat mengambil tindakan yang tepat dan terukur terhadap berbagai potensi pendapatan yang belum tergarap secara maksimal.

Selain itu, kepatuhan wajib pajak menjadi salah satu faktor utama dalam mendukung peningkatan PAD. Kesadaran masyarakat dan pelaku usaha untuk memenuhi kewajiban perpajakan tepat waktu perlu terus ditingkatkan melalui sosialisasi, edukasi, serta pengawasan yang berkelanjutan.

Bapenda juga menaruh perhatian serius terhadap pendataan dan validasi wajib pajak. Sinkronisasi data dinilai penting untuk memastikan informasi yang digunakan dalam pengelolaan pajak daerah benar-benar akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Data yang valid akan membantu pemerintah daerah memetakan potensi pajak secara lebih tepat, mengidentifikasi objek pajak yang belum terdata, serta meminimalkan kemungkinan terjadinya ketidaksesuaian data. Dengan demikian, optimalisasi penerimaan daerah dapat dilakukan secara lebih dan terarah.

Pencapaian target PAD sebesar Rp52 miliar menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bagi Bapenda dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah. Untuk merealisasikan target tersebut, diperlukan komitmen bersama, strategi yang terukur, serta koordinasi lintas sektor agar seluruh potensi pendapatan dapat dioptimalkan.

Penguatan pengawasan, pembenahan administrasi perpajakan, peningkatan kualitas data, dan optimalisasi pelayanan kepada wajib pajak menjadi sejumlah langkah yang perlu berjalan secara beriringan.

Di sisi lain, peningkatan penerimaan pajak harus tetap mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan kemudahan pelayanan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membangun kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong kepatuhan dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

Dengan monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan, data wajib pajak yang tersinkronisasi, serta komitmen seluruh jajaran, Bapenda optimistis upaya peningkatan PAD dapat berjalan lebih maksimal.

Target Rp52 miliar bukan sekadar angka penerimaan, melainkan bagian dari upaya memperkuat kemampuan keuangan daerah untuk mendukung pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan mendorong kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *