GARDATIMURNEWS.COM ][ TAKALAR – Maraknya aksi pembusuran yang melibatkan kalangan remaja belakangan ini viral, memicu kekhawatiran serius dari berbagai pihak. Salah satu tanggapan keras datang dari Ruslan, seorang penggiat penegakan hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) yang berdomisili di Desa Banggae, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Ruslan menilai, fenomena ini merupakan alarm keras atas terjadinya kemunduran akhlak dan moral di kalangan generasi muda saat ini. Menurutnya, situasi ini diperparah oleh minimnya pembinaan serta belum adanya upaya tegas dari aparat di tingkat bawah.
“Kita melihat remaja saat ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk hal-hal yang kurang bermanfaat, seperti kecanduan game, yang kemudian rentan berujung pada penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Jika ini dibiarkan tanpa ada tindakan tegas dan pembinaan yang masif, masa depan generasi kita taruhannya,” ujar Ruslan dalam keterangan persnya.
Kekhawatiran Ruslan bukanlah tanpa alasan. Ia mengungkapkan bahwa gejala penurunan moral ini sudah terlihat dari rentetan aksi kriminalitas yang terjadi di Desa Banggae dalam beberapa bulan terakhir. Di antaranya adalah kasus pencurian amplifier masjid, suku cadang (parts) handtraktor, hingga pencurian tabung gas LPG 3kg milik warga.
Mirisnya, rentetan kejadian tersebut dinilai belum mendapat respons yang maksimal, sehingga terkesan dianggap angin lalu. Ruslan mengaku hal ini sudah pernah ia sampaikan langsung, baik berupa kritik terhadap kinerja pembina desa maupun melalui Camat Mangarabombang beberapa bulan lalu.
Menyikapi kondisi yang kian meresahkan, Ruslan mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, khususnya para pembina desa, untuk segera mengambil langkah konkret. Ia berharap ada evaluasi menyeluruh agar keberadaan pembina desa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami berharap agar pemerintah, khususnya para pembina desa, bisa lebih progresif lagi dalam mengemban amanah. Mereka harus lebih fokus pada tugas utamanya, yaitu melakukan deteksi dini, pembinaan moral remaja, dan menjaga kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) agar ruang gerak pelaku kriminalitas bisa di cegah diantisipasi maupun ditekan,” tegas Ruslan.
Melalui rilis ini, Ruslan mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, dan orang tua di Kecamatan Mangarabombang untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak mereka, sembari menunggu langkah nyata dan ketegasan dari pihak berwenang sebelum jatuh korban lebih lanjut akibat aksi pembusuran yang kian liar.













