PT Nindya Karya Dinilai Gagal Dalam Proyek Pembangunan Sekolah Rakyat.

GARDATIMURNEWS.COM ][ Takalar-Proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Parangluara,Kecamatan Polongbangkeng Utara tetap berlanjut meski masa kontrak sudah berakhir sesuai yang tertera pada papan proyek dan kini kembali menjadi sorotan publik.Senin (03/08/2026).

Tim media melakukan pemantauan ke lokasi proyek pada Sabtu (01/08/2026), untuk melihat perkembangan pembangunan yang merupakan salah satu program strategis pemerintah tersebut dinilai belum selesai dan diperkirakan masih butuh waktu beberapa bulan untuk menyelesaikannya.

Terpantau di lokasi, sejumlah pekerja masih terlihat berupaya menyelesaikan berbagai pekerjaan fisik yang belum selesai.

Berdasarkan papan informasi proyek, pembangunan Sekolah Rakyat dikerjakan oleh PT Nindya Karya dengan nilai kontrak sekitar Rp 229 Miliar yang bersumber dari APBN.

Pada papan proyek itu tercantum masa pelaksanaan dimulai pada 17 November 2025 dengan durasi 240 hari kalender, oleh karenanya masa pelaksanaan berakhir pada 15 Juli 2026 sehingga pekerjaan PT NINDYA KARYA dinilai gagal.

Proyek ini sebelumnya juga menjadi perhatian masyarakat setelah insiden yang merenggut nyawa dua bocah di Lingkungan Lakosi yang berada di sekitar kawasan pembangunan. Peristiwa tersebut memicu sorotan terhadap penerapan aspek keselamatan kerja dan sistem pengamanan area proyek.

Sejumlah pihak menduga insiden tersebut berkaitan dengan lemahnya pengawasan dan pengamanan di lokasi pembangunan. Dugaan itu masih memerlukan pendalaman oleh pihak berwenang.

Masyarakat berharap dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerapan standar keselamatan kerja serta pengamanan area proyek agar kejadian serupa tidak terulang, sekaligus memastikan proses pembangunan berjalan dengan mengutamakan keselamatan warga di sekitar lokasi (HAIKAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *