Bupati Takalar Jadikan Kawasan Pendidikan Agroekologi Sebagai Program Strategis Untuk Takalar Berkelanjutan.

GARDATIMURNEWS.COM ][ TAKALAR – Bupati Takalar, Ir. Mohammad Firdaus,M.M. Daeng Manye, terus mempercepat realisasi berbagai program strategis daerah dengan menggagas pembangunan Kawasan Pendidikan Agroekologi yang diproyeksikan menjadi pusat pembelajaran, riset, inovasi, dan pengembangan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Takalar,kamis/25/6/2026.

Program ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Takalar dalam mewujudkan pembangunan yang ramah lingkungan, berbasis potensi lokal, serta mendukung visi daerah menuju daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing melalui pembangunan berkelanjutan.

Konsep agroekologi yang diusung menitikberatkan pada keseimbangan antara produktivitas pertanian, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Daeng Manye, Takalar memiliki potensi besar sebagai daerah agro-maritim yang kaya sumber daya alam dan sangat layak menjadi laboratorium pembangunan hijau di Sulawesi Selatan.

Kawasan Pendidikan Agroekologi nantinya akan menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, petani, dan masyarakat dalam mengembangkan sistem pertanian modern yang berkelanjutan.

“Kawasan ini bukan hanya untuk pendidikan, tetapi juga menjadi pusat inovasi dan pengembangan teknologi pertanian yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Daeng Manye.

Kawasan tersebut dirancang untuk mengintegrasikan berbagai sektor, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, konservasi lingkungan, hingga pengembangan ekonomi masyarakat berbasis teknologi. Selain menjadi pusat pembelajaran bagi generasi muda, kawasan ini juga diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan pembangunan masa depan.

Pengembangan kawasan agroekologi juga sejalan dengan berbagai program strategis yang saat ini dijalankan Pemerintah Kabupaten Takalar, termasuk penguatan sektor pertanian, transformasi digital, pengembangan agribisnis, serta peningkatan ketahanan pangan daerah. Dukungan terhadap sektor pertanian modern juga diperkuat melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga strategis guna meningkatkan daya saing daerah.

Pemerintah Kabupaten Takalar optimistis Kawasan Pendidikan Agroekologi akan menjadi model pembangunan hijau yang dapat direplikasi di berbagai daerah lainnya. Selain memberikan manfaat di bidang pendidikan dan lingkungan, kawasan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat posisi Takalar sebagai salah satu pusat pengembangan agroekologi dan pertanian berkelanjutan di Indonesia.

Dengan langkah tersebut, Daeng Manye menunjukkan keseriusannya menjadikan Takalar sebagai daerah yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.( D T )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *