GARDATIMURNEWS.COM ][ Gowa –Seorang lelaki terkapar bersimbah darah dengan luka tebasan di bagian leher menggegerkan Dusun Sapta Marga,Desa Pannyangkalang, Kecamatan Bajeng, Kab.Gowa.Senin (25/05/2026) Jam 09.00 WITA.

R L (66 Tahun) sebagai korban penganiayaan merupakan seorang penjual ikan yang beralamat di Dusun Salekowa,Desa Kalebarembeng, Kecamatan Bontonompo, Kab.Gowa, diketahui sudah lama pisah ranjang dengan istrinya namun masih sering datang dengan melakukan KDRT sehingga meresahkan keluarganya.
Hal inilah yang menjadi pemicu dari terjadinya penganiayaan terhadap dirinya.

Menurut informasi dari Nrl (49 tahun), alamat Dusun Sapta Marga, Desa Pannyangkalang, Kec. Bajeng, Kab. Gowa, sekitar pukul 08.45 WITA korban sedang mengendarai motor sambil membawa jualan ikan dan beberapa menit kemudian, pelaku A L (52 tahun) tiba-tiba datang dengan motor yang juga membawa jualan ikan. Sesampai di depan rumah S T pelaku langsung menebas korban dengan sebilah parang di bagian leher sehingga korban meninggal ditempat.

Pukul 09.15 Wita, piket SPKT dan personel Polsek Bajeng dipimpin Iptu Hamsal (Wakapolsek Bajeng) tiba di TKP, mengamankan lokasi, dan memasang police line.
Tepat 15 menit kemudian tim identifikasi dari Polres Gowa tiba di TKP dan melakukan pemeriksaan terhadap korban.
Pukul 10.45 Wita, identifikasi selesai, kemudian korban dibawa ke RS Bhayangkara Kota Makassar untuk dilakukan autopsi lebih lanjut.
Dengan adanya kejadian ini Polres Gowa meningkatkan patroli untuk mengantisipasi adanya potensi balas dendam atau kericuhan antar keluarga/komunitas dimana diketahui Kampung Pelaku bersebelahan dengan Kampung Korban.
Selain itu, pihak APH juga melakukan pendekatan sosial dengan melibatkan tokoh masyarakat dan aparat desa untuk meredam ketegangan.
Lap : Samhi.













