Mudahkan Petani dan Akademisi, Mahasiswa ITP Takalar Temukan Formula Praktis Estimasi Biaya dan Produksi Cabai Rawit.

GARDATIMURNEWS.COM ][ TAKALAR, SULAWESI SELATAN – Ruslan, seorang mahasiswa dari Institut Teknologi Pertanian (ITP) Takalar, berhasil menciptakan sebuah inovasi praktis dalam dunia pertanian hortikultura. Di tengah proses penelitian skripsinya yang berjudul “Pola Nafkah Petani Cabai Desa Banggae, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar” untuk tahun ajaran 2026/2027, Ruslan merumuskan formula sederhana yang mampu mengestimasi total biaya produksi dan hasil panen cabai rawit hanya berdasarkan luas lahan.

Temuan ini dinilai menjadi angin segar karena dapat mempermudah pencatatan yang rumit. Selama ini, petani maupun mahasiswa yang melakukan kajian analisis usaha harus menghitung satu per satu nota pembelanjaan dan nota penjualan secara manual, proses yang melelahkan dan sering kali tidak akurat karena dokumentasi yang hilang.

Menurut Ruslan, temuan ini awalnya dirasa sebagai hal yang biasa. Namun setelah diuji, formula ini terbukti sangat efektif untuk mempermudah masyarakat (khususnya petani) dalam perencanaan modal, serta membantu mahasiswa dalam melakukan tinjauan analisis usaha atau penelitian sejenis.

Formula Estimasi Total Biaya dan Produksi.

Secara teknis, inovasi yang ditawarkan oleh Ruslan menggunakan satuan luas lahan (Are) sebagai variabel dasar acuan. Berikut adalah dua formula yang berhasil dirumuskan:

1. Estimasi Total Biaya (Total Cost).

Untuk menentukan perkiraan total biaya yang harus dikeluarkan tanpa perlu mengumpulkan nota belanja, digunakan rumus: TC = L x Kb

* TC (Total Cost): Total Biaya/Ongkos.

* L (Luas Lahan): Luas lahan dalam satuan Are.

*Kb (Konstanta Biaya): Nilai konstanta yang ditetapkan sebesar Rp 400.000 s/d Rp 500.000 per Are.

2. Estimasi Total Produksi (Total Quantity).

Untuk menentukan perkiraan hasil panen atau total produksi tanpa harus mencocokkan nota penjualan, digunakan rumus: TQ = L x P

*TQ (Total Quantity): Total produksi atau kuantitas cabai rawit.

*L (Luas Lahan): Luas lahan dalam satuan Are.

*P (Produktivitas): Standar produktivitas wilayah yang ditetapkan sebesar 50 Kg per Are.

Dampak Positif bagi Sektor Pertanian.

Penerapan formula ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi manajemen pertanian di Desa Banggae dan wilayah Kabupaten Takalar secara lebih luas. Dengan mengetahui estimasi biaya dan hasil panen sejak awal berbasis luas lahan, petani dapat meminimalisir risiko kerugian dan lebih terukur dalam merencanakan masa tanam.

Bagi dunia akademis, formula ini menyederhanakan metodologi penelitian lapangan, sehingga tinjauan kelayakan usaha tani cabai rawit dapat dilakukan dengan lebih cepat namun tetap akurat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *