GARDATIMURNEWS.COM || TAKALAR –Barisan Aktivis Mahasiswa Pergerakan (BARAK) mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar untuk segera mengaudit penggunaan anggaran proyek PISEW di Desa Patani, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, yang menelan dana hingga Rp500.000.000.BARAK menilai besarnya anggaran tersebut tidak sebanding dengan kualitas pekerjaan di lapangan dan berpotensi menimbulkan kerugian negara.
Desakan itu disampaikan setelah BARAK menerima pengaduan dari warga setempat dan insan pers, yang diperkuat dengan dokumentasi foto, video, serta hasil penelusuran fakta langsung di lokasi proyek. Dari temuan tersebut, BARAK menyoroti pekerjaan pemasangan paving block yang diduga tidak sesuai standar teknis, karena dilakukan tanpa pemadatan yang memadai. Akibatnya, jalan paving tampak bergelombang, tidak rata, serta menyisakan banyak celah yang berpotensi cepat rusak.
Tak hanya itu, BARAK juga mempertanyakan sistem upah tenaga kerja dalam proyek tersebut. Informasi yang dihimpun menyebutkan upah buruh hanya sekitar Rp20.000 per meter, angka yang dinilai tidak wajar bila dibandingkan dengan total nilai anggaran proyek yang mencapai setengah miliar rupiah. Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar terkait transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran.
Atas dasar temuan tersebut, BARAK meminta Kejari Takalar tidak hanya mengaudit proyek PISEW Desa Patani, tetapi juga memeriksa KKAD Tamalanrea Kecamatan Mappakasunggu yang diduga memiliki keterkaitan dalam pelaksanaan proyek. BARAK menegaskan bahwa langkah penegakan hukum perlu segera dilakukan guna memastikan dana publik digunakan sesuai peruntukan dan tidak disalahgunakan.
BARAK menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas sebagai bentuk komitmen mengawasi penggunaan anggaran negara dan memperjuangkan hak masyarakat agar memperoleh pembangunan yang berkualitas, transparan, dan bebas dari praktik penyimpangan.
Sementara itu, berdasarkan rekaman yang beredar, Ketua Kelompok Dg. Maro menjelaskan bahwa sistem penggajian buruh dalam proyek tersebut dilakukan secara harian.(*)


