GARDATIMURNEWS.COM | Gowa – Rencana digelarnya konser bertajuk “Suara Tana Timur, Pestanya Anak Timur” yang dipersembahkan oleh Zonation menuai sorotan tajam. Pasalnya, kegiatan tersebut dilaksanakan di tengah suasana duka nasional pasca demonstrasi anarkis di Makassar yang menelan korban jiwa serta membakar kantor DPRD setempat.
Presiden Toddopuli Indonesia Bersatu (TIB), Syafriadi Djaenaf Dg Mangka, menilai penyelenggaraan konser itu menunjukkan ketidakpekaan terhadap kondisi bangsa.
“Ketika tanah ini sedang menangis, ketika nyawa anak bangsa melayang karena kekacauan, justru panggung hiburan akan digelar seolah tak ada luka. Ini bukan soal seni, ini soal nurani,” tegas Syafriadi dalam pernyataan resminya, Sabtu (30/8/2025).
Menurutnya, Zonation sebagai penyelenggara seharusnya menampilkan solidaritas dan empati, bukan justru menghadirkan pesta musik di tengah suasana berkabung.
“Kami tidak anti ekspresi budaya. Tapi ekspresi tanpa konteks adalah bentuk pengabaian. Anak Timur bukan hanya soal pesta, tapi juga soal kepedulian dan keberpihakan,” tambahnya.
TIB menyerukan agar para pelaku seni dan budaya lebih arif dalam membaca situasi. Ia menekankan bahwa panggung hiburan sebaiknya menjadi ruang refleksi dan solidaritas di tengah krisis, bukan sekadar pelarian.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak penyelenggara konser belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan dan kritik yang muncul.(Tim Siber TIB)