Close Menu
Garda Timur News
  • Berita
  • Daerah
  • Kriminal
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Politik
  • TNI/polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Keluarga Korban Laka Minta Polres Gowa Tahan Terduga Pelaku

31 Agustus 2025

Sorotan Publik Menguat: Konser “Suara Tana Timur” Disebut Cederai Nurani

30 Agustus 2025

Kapolsek Bontomaranu Sigap Amankan Pemuda Kepergok Masuk Rumah Warga Pallantikang.Gowa.

30 Agustus 2025
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Keluarga Korban Laka Minta Polres Gowa Tahan Terduga Pelaku
  • Sorotan Publik Menguat: Konser “Suara Tana Timur” Disebut Cederai Nurani
  • Kapolsek Bontomaranu Sigap Amankan Pemuda Kepergok Masuk Rumah Warga Pallantikang.Gowa.
  • Peletakan Batu Pertama Pembangunan Baru SMKN 5 Gowa, Program Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan
  • Kasus Dugaan Pemukulan Jurnalis, IWOI DPW Sulsel Ingatkan Polisi Jalankan UU Pers
  • Oknum Poldasu Diduga Tilep Dana Desa Deli Serdang Bermodus Bimtek,Seret Nama Dinas PMD
  • Tambang Ilegal Diduga Dibekingi, Oleh Siapa ???
  • Milad Ke-VI K-LTV di Makassar Tekankan Pentingnya Peran Media untuk Nalar Kritis Publik
Facebook X (Twitter) Instagram
Garda Timur NewsGarda Timur News
Demo
  • Berita
  • Daerah
  • Kriminal
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Politik
  • TNI/polri
Garda Timur News
  • Berita
  • Daerah
  • Kriminal
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Politik
  • TNI/polri
Beranda » Komentar Analisis & Evaluasi Debat Capres Pertama
Berita

Komentar Analisis & Evaluasi Debat Capres Pertama

By 13 Desember 2023Tidak ada komentar35 Views
Facebook WhatsApp Twitter Copy Link Email
Share
Facebook WhatsApp Twitter Copy Link

Oleh : RIDHA RASYID

GARDATIMURNEWS.COM || Sulsel,Kita baru saja menyaksikan salah satu bagian dari perhelatan pesta demokrasi, pemilihan presiden  (pilpres)  di halaman kantor Komisi Pemilihan Umum jalan Imam Bonjol No 29 Menteng , Jakarta  semalam.Selasa( 12/12/23). Perdebatan berjalan sangat menarik, “berisi” dan nyaris substansial  dengan 6 sub tema yang menjadi pokok bahasan.

Panelis  cukup baik dalam mempersiapkan bahan pertanyaan yang  diajukan kepada para kandidat Presiden. Juga  moderator telah menjalankan fungsi sebagaimana mestinya.

Dalam tulisan ini, ada tiga aspek yang akan kita tinjau dan memberikan  apresiasi kepada KPU yang menginisiasi model diskusi sehingga kelihatan jauh lebih apik jika di bandingkan debat sebelumnya pada pemilihan presiden 2014 dan 2019. KPU RI  tidak lagi menerapkan format yang kaku berdasarkan kisi kisi yang monoton. Dan juga kali ini dengan tiga  pasang calon presiden yang memiliki kredibilitas mumpuni sesuai bidangnya masing masing.

Tiga aspek dimaksud adalah,

“Pertama, format debat, sebagaimana terlihat pada debat pertama ini, adalah durasi waktu yang amat terbatas. Dengan dua menit bertanya dan satu menit menjawab itu bagi penanya dan sebaliknya satu menit untuk penanggap, kurang cukup untuk mengelaborasi  jawaban yang mungkin diperlukan waktu lebih dari itu agar  khalayak dapat memahami arah  dan maksud dari jawaban  juga tanggapan.

“Kedua, pendukung/penonton yang hadir cukup mengganggu konsentrasi dari  calon presiden dan boleh jadi juga akan muncul respon balik dari penonton/pendukung lainnya yang justru membuat suasana “panas” akan  mempengaruhi  kondisi ruang debat.

“Ketiga, yang perlu ada tapi tidak dihadirkan adalah panel yang memberi tinjauan dan evaluasi  hasil  debat  yang terdiri dari pakar, media, wakil konstituen. Ini menjadi penting untuk  mendengarkan apa komentar mereka menurut kacamatanya masing masing, yang bukan bersifat konklusi, tetapi sudut pandang mereka menanggapi jawaban para  calon presiden itu.

Debat bukan Diskusi.

Debat dan diskusi memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Debat biasanya melibatkan dua pihak  yang memiliki pandangan yang berlawanan dan bertujuan untuk membuktikan siapa yang lebih benar atau memiliki argumen yang lebih kuat.

Sementara itu, diskusi lebih cenderung berfokus pada mencari solusi atau pemahaman yang lebih baik melalui pertukaran ide dan pendapat. Oleh karena itu, debat dan diskusi memang memiliki tujuan dan cara berbicara yang berbeda. Namun, keduanya memiliki kegunaannya masing-masing dan bisa menjadi sarana yang efektif dalam memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang suatu topik.

Dari pengertian ini, apakah  debat yang diselenggarakan KPU sudah sepenuhnya debat? Kita mungkin belum terbiasa  berdebat. Bukan budaya bangsa ini untuk berdebat jika pengertian kita mengggap bahwa itu identik “pertengkaran” pikiran dan nilai dari narasi yang terucap. Bahkan kita  riskan  untuk melakukannya dengan asumsi bahwa hal itu kurang sopan. Bahwa debat itu tidak ada kaitan langsung dengan etika. Debat itu tidak memerlukan sopan santun, meminjam istilah Rocky Gerung.  Oleh karena itu “pertarungan”  kecerdasan dan penguasaan materi serta narasi.  Pada perdebatan pertama dari rangkaian 5 perdebatan yang direncanakan, perlu ada perbaikan format maupun substansi pertanyaan dari setiap tema pembahasan.

Panelis  sedapat mungkin menjangkau hal hal yang sifatnya dinamis , aktual, global dan spesifik yang menjadi fokus kerjasama internasional di berbagai bidang pada tema  yang menjadi pembahasan. Juga perlunya tim expert dari  para Capres untuk memberikan masukan pertanyaan yang berkualitas kepada calon presidennya serta upaya untuk menguasai  inti pertanyaan tersebut sehingga bisa memberikan tanggap balik tatkala jawabannya tidak sesuai apa yang seharusnya menjadi pusat perhatian atas pertanyaan  itu.

Evaluasi Debat Pertama.

Mungkin tidak banyak yang menjadi catatan dapat kita lihat  pada perdebatan pertama, dari kekurangan dan kelebihannya. Yang jelas bahwa debat pertama  memberi kesan dan pesan kepada rakyat yang memiliki kedaulatan untuk memberi mandat kepada siapa calon atau pasangan  calon yang akan dipilihnya. Apatahlagi angka undicided voters  masih di atas 20% (survey harian Kompas, 28% sementara Pollmark-nya Eep Saefullah Fatta pada kisaran di atas 40%). Pertanyaannya kemudian apakah ajang debat ini  bisa dijadikan salah satu parameter mengukur  tingkat “keterpengaruhan” konstituen dalam menentukan pilihan.

Dari apa yang sudah menjadi kelaziman demokrasi di Amerika  Serikat dalam kontestasi pemilihan presiden-nya menunjukkan bahwa debat itu  sangat berpengaruh bahkan nyaris menentukan selain cara “meng-akali”  hasil pilpres . Realitas debat memberi kontribusi kemenangan pada negara negara demokrasi yang sudah terbiasa debat adalah salah satu  instrumen yang mendapatkan “pembelajaran” khusus oleh tim suksesnya.  Mungkin untuk  demokrasi model Indonesia belum merupakan ruang yang positif dalam “menggiring” opini masyarakat menilai kredibilitas dan kompetensi  calon sehingga  berdampak pada elektabilitas. Bahkan tak jarang ada yang berpendapat  “nyinyir” bahwa debat itu adalah pemberian kesempatan untuk saling mempermalukan ataupun mengintimidasi lawan. Ini penilaian yang absurd dan boleh jadi kekurang-pahaman tentang makna dari debat itu.

Pelaksanaan debat  pertama ini, paling tidak menggambarkan kepada kepada kita tiga hal,

-pertama, bahwa kesiapan calon presiden  mengikuti debat masih relatif perlu ada perbaikan. Hendaknya tim sukses yang ada pada mereka, perlu mengevaluasi di mana kekurangan dan kelemahan. Seperti pada penguasaan panggung, persiapan fisik, memahami betul materi apa yang akan disampaikan serta mengantisipasi pertanyaan pertanyaan rumit khususnya terkait kebijakan apa yang pernah diambil ketika mereka menjalankan perannya sebelum  masuk sebagai kontenstan pilpres, -Kedua, hal yang sangat perlu adalah pengendalian diri dan emosi seyogyanya terjaga dengan baik. Emosi berlebihan dan tidak terkendali adalah wujud “habisnya” pengetahuan dan pemahaman atas apa yang ingin dijelaskan lebih lanjut. Sebab kala bahan/materi atau narasi sudah  tidak ada, pelampiasannya adalah mempertontonkan  emosi. Juga benar benar dijaga untuk tidak membuat blunder yang akan  mempermalukan diri sendiri,

-Ketiga,  KPU RI hendaknya membuat rekapitulasi dan buku pintar terkait hasil debat itu untuk menjadi dokumentasi penting bagi para capres atau pasangan capres dan juga bagi keseluruhan rakyat Indonesia, sebagai bukti bahwa pernah menyampaikan hal hal yang dengan jelas termaktub dalam buku itu.

Pertanggungjawaban moral yang melandasi pembukuan notulen debat, agar menjadi pembelajaran bagi siapa saja yang ingin mempelajari hal hal yang berhubungan dengan tahapan pilpres itu. Mungkin ini hal baru dan belum pernah ada di dunia, termasuk demokrasi Amerika Serikat,  yang memublikasikan secara lengkap hasil debat itu menjadi sebuah buku  yang bisa dipelajari dan dibaca oleh  masyarakat.

Debat sekali lagi, adalah rangkaian  menilai kemampuan seseorang dalam  pelbagai perspektif  untuk mendapatkan kekuasaan, juga bagaimana kekuasaan itu semestinya dijalankan dari apa yang pernah dijanjikan. Debat jangan diartikan angin lalu yang tidak bernilai, karena ketika itu yang menjadi asumsi kita maka kita hanya membuang buang waktu, menyiakan nyiakan pikiran dan menghabiskan uang cukup besar, namun tidak ada hal hikmah yang dapat diperoleh dibaliknya. Debat itu prestius bukan prestasi.

*Pemerhati Kepemerintahan

Share. Facebook WhatsApp Twitter Email Telegram Copy Link

Berita Lainnya

Berita 31 Agustus 2025

Keluarga Korban Laka Minta Polres Gowa Tahan Terduga Pelaku

31 Agustus 2025 Berita
Berita 30 Agustus 2025

Sorotan Publik Menguat: Konser “Suara Tana Timur” Disebut Cederai Nurani

30 Agustus 2025 Berita
Berita 30 Agustus 2025

Kapolsek Bontomaranu Sigap Amankan Pemuda Kepergok Masuk Rumah Warga Pallantikang.Gowa.

30 Agustus 2025 Berita
Top Posts

Pemprov Sulsel Sepakati Bersama Aliansi Suku Makassar Penutupan W Super Club Hingga Akhir Zaman.

3 Juni 20242,397 Views

Dinyatakan bersalah, ASN Departemen Agama Gowa di Hukum Pidana. 

6 Desember 20241,491 Views

Kurang dari 1×24 Jam, Polsek Tombolopao Ungkap Kasus Pencurian Sapi di Dusun Langkoa, Desa Bolaromang

10 Juli 20251,023 Views

Dunia Pendidikan Kab Gowa Tercoreng,Oknum Guru Diduga Memukul Murid, Korban Dirawat RS Yapika Samata Gowa

22 Agustus 20241,004 Views
Don't Miss
Berita
Berita

Keluarga Korban Laka Minta Polres Gowa Tahan Terduga Pelaku

31 Agustus 2025

GARDATIMURNEWS.COM | Gowa, 31 Agustus 2025 – Keluarga almarhumah Hamsina (47), korban kecelakaan lalu lintas…

Sorotan Publik Menguat: Konser “Suara Tana Timur” Disebut Cederai Nurani

30 Agustus 2025

Kapolsek Bontomaranu Sigap Amankan Pemuda Kepergok Masuk Rumah Warga Pallantikang.Gowa.

30 Agustus 2025

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Baru SMKN 5 Gowa, Program Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan

29 Agustus 2025
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Media Garda Timur News
Media Garda Timur News

PENERBIT: PT AZZALGI MEDIA GROUP
SK Kemenkumham RI NOMOR : AHU-035014.AH.01.30.Tahun 2022
Tanggal 26 Agustus 2022
NIB: 2608220068882
NPWP: 60.763.872.3-807.000

Layak Hak Jawab Dan Hak Koreksi
Hp.085242697366 / 081242854301

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube WhatsApp TikTok Telegram
Our Picks

Keluarga Korban Laka Minta Polres Gowa Tahan Terduga Pelaku

31 Agustus 2025

Sorotan Publik Menguat: Konser “Suara Tana Timur” Disebut Cederai Nurani

30 Agustus 2025

Kapolsek Bontomaranu Sigap Amankan Pemuda Kepergok Masuk Rumah Warga Pallantikang.Gowa.

30 Agustus 2025
Most Popular

Pemprov Sulsel Sepakati Bersama Aliansi Suku Makassar Penutupan W Super Club Hingga Akhir Zaman.

3 Juni 20242,397 Views

Dinyatakan bersalah, ASN Departemen Agama Gowa di Hukum Pidana. 

6 Desember 20241,491 Views

Kurang dari 1×24 Jam, Polsek Tombolopao Ungkap Kasus Pencurian Sapi di Dusun Langkoa, Desa Bolaromang

10 Juli 20251,023 Views
© 2025 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Peluang Karir
  • Kontak
  • Tentang Kami

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.