GARDATIMURNEWS.COM | Gowa – Sungguminasa,Gowa (Sulsel) — Sungguh ironis sederet bangunan ruangan kelas yang megah merana terbengkalai begitu saja, sepertinya tak bertuan,ketika memasuki gerbang dari arah jalan Mesjid Raya depan Lapangan Syehk Yusuf, menuju arah samping Kantor Bupati Gowa Provinsi Sulawesi Selatan.
Lokasi Bangunan ini tak lain adalah milik SMKN 2 GOWA, yang di nahkodai Kepala sekolah H.Nurhadi yang bangunannya sudah lama terbengkalai,begitu saja dan tidak terurus.
Ketika awak media beberapa hari dibulan Januari 2023 yang lalu bertandang ke ruangannya beliau mengutarakan bahwa sebenarnya ada anggaran perbaikan dan pembenahan Sapras tetapi menjadi tanda tanya…?
Kenyataannya dilapangan seakan tak memperdulikan dan mengabaikan begitu saja bangunannya yang berdiri kokoh, dan lengkap sudah halaman depan ruangan terkesan jorok dan berkubang, yang banyak ditumbuhi oleh rumput-rumput liar, hingga tidak menutup kemungkinan bisa saja menjadi sarang ular yang sewaktu-waktu memakan korban jiwa bagi siapa saja terutama siswa yang kebetulan berada ditempat itu.
Sungguh tragis melihat keberadaannya, karena gedung semegah itu, dibangun dan ditelantarkan begitu saja padahal untuk membangun gedung itu, menelan anggaran negara tidak sedikit yang ujung-ujung mubasir.
Salah seorang perhati dari Lembaga anti koropsi yang tak mau disebut identitas menyayangkan hal ini, karena mereka membangun tidak berhitung skala prioritas tapi, mereka membangun terkesan menghabiskan anggaran saja yang semestinya sudah tidak cocok, akhirnya bangunan itu mubasir adanya. “Pungkasnya.
Sangat tidak rasional diera ini, seorang Kepsek mengeluh masalah dana, “ungkap salah satu awak media, apalagi dana itu dipakai untuk kemajuan pembelajaran dan estra kurikuler dalam memajukan pendidikan, karena dana BOS begitu banyak dan sepenuhnya sudah dikelola sendiri oleh masing-masing sekolah yang mengacu pada Juknisnya, dan ketika juknis tak sesuai dengan kenyataan, maka banyak hal yang ditemukan terbenkalai.
Peran Kepsek sangat diperlukan dalam memajukan dunia pendidikan karena.
Pendidikan merupakan amanat konstitusi yang harus kita jaga marwahnya, jangan sampai ada yang mencederainya, sehingga pengelolaan dana BOS sebagai bantuan operasional sekolah harus betul-betul dirasakan oleh siswa peserta didik dan tidak menjadi bahan kenikmatan, bagi sekelompok orang saja, yakni Kepala Sekolah, Bendahara dsb.yang Sejatinya kita butuh perobahan/ reformasi, tranparansi dan akuntabilitas demi terwujudnya harapan yang kita dambakan …..!!?
Menelisik keberadaan keterbukaan informasi, pada SMKN.2 Gowa, miris adanya karena karena tak terlihat adanya tanda-tanda papan informasi terutama RAB TA. 2023, sehingga diduga membuat orang bermimpi menerawan jauh akan celah- celah penyalagunaan anggaran yang berakibat dapat merugikan negara yang imbasnya anggaran pendidikan tidak maksimal.
Ditanya Media mengenai anggaran Dana Bos di Sekolah yang dipimpinnya, bebernya, yang palin banyak menyerap dalam kegiatan sekolahnya adalah pemberian gaji honor, yang bisa menghabiskan dana sampai Rp. 500 000 000, kalau ini terjadi maka kesejahteraan bagi guru honorer berpihak kepadanya, sekarang ini tenaga honorer kita, berjumlah 20 orang lebih, dengan honor Rp.15 000 perjam , sehingga kalau dirata-ratakan setiap orang akan mendapat Kurang lebih Rp.300.000, per bulannya jadi kalau dikali 20 Orang, berarti pengeluaran sekitar 70 jutaan per0tahunnya, sehingga ini…..!!! menjadi pertanyaan bagi publik, karena tidak adanya kesesuaian dalam implementasi. Ungkapnya.
Demi memajukan pendidikan kearah lebih baik, dibutuhkan pemimpin yang jujur, punya integritas dan diharap tidak mengabaikan UU. Informasi publik, supaya anggaran negara dapat dikontrol dan berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara.
Penuils : RL.
Adm : Salman DS